Kepala SDN Tinggiran Darat, Salafuddin, menjelaskan bahwa tanda-tanda kerusakan sudah terlihat sejak 2022. Dua ruang kelas telah dikosongkan selama dua tahun terakhir, dan siswa dipindahkan ke ruang lain untuk belajar.
“Sejak 2022 sudah ada tanda-tanda atap mau ambruk. Ruang kelas ini tidak digunakan sekitar 2 tahunan, dan awal Agustus 2025 ambruk,” jelas Salafuddin, Selasa (23/9/2025).
Dengan kondisi ini, proses belajar darurat pun dilakukan di ruang Kepala Sekolah dan perpustakaan. Disdik Batola berharap perbaikan gedung bisa segera terlaksana agar kegiatan belajar siswa kembali normal.(Wartabanjar.com/Frans)
editor: nur muhammad







