WARTABANJAR.COM, MANILA – Ibukota Filipina mendidih! Aksi demonstrasi anti-korupsi di Manila, Minggu malam hingga Senin dini hari (21–22 September 2025), berubah menjadi kerusuhan besar. Ribuan massa yang berkumpul di kawasan Ayala Bridge melepaskan kemarahan dengan membakar kontainer van serta menyalakan ban di tengah jalan.

Kronologi Mencekam

Dokumentasi dari seorang jurnalis @ezra_acayan demonstrasi protest rakyat Filipina berlangsung hingga malam.(@GMA Network/@kabar.otista)

Situasi awalnya berjalan sebagai protes damai, namun mendadak ricuh saat sekelompok pengunjuk rasa—banyak di antaranya mengenakan masker—menyalakan api di depan kontainer bekas yang dijadikan penghalang.

Massa melempari aparat dengan batu, botol, hingga bom molotov.

Bentrokan pecah, aparat kewalahan menahan gelombang massa.

Dokumentasi dari seorang jurnalis @ezra_acayan demonstrasi protest rakyat Filipina berlangsung hingga malam.(@GMA Network/@kabar.otista)

113 orang ditangkap, sementara puluhan polisi dilaporkan terluka akibat lemparan benda tumpul dan ledakan kecil.

Aksi ini merupakan buntut dari dugaan korupsi proyek pengendalian banjir yang menelan dana triliunan peso. Publik menuding ada penyalahgunaan anggaran dalam proyek infrastruktur flood control, sehingga menyalakan kemarahan masyarakat.

Respon Pemerintah & Keamanan

Dokumentasi dari seorang jurnalis @ezra_acayan demonstrasi protest rakyat Filipina berlangsung hingga malam.(@GMA Network/@kabar.otista)

Pihak kepolisian mendesak agar massa menghentikan tindakan anarkis dan mengingatkan bahwa penyampaian aspirasi seharusnya berlangsung damai.

Namun, aparat juga bergerak tegas dengan menangkap provokator yang diduga memicu kerusuhan, termasuk oknum pemuda yang membakar ban dan kontainer hingga membuat api menjulang di jantung kota Manila.(Wartabanjar.com/berbagai sumber)

editor: nur muhammad