- Viral kasus chat mesum salah satu guru SMPN 1.
- Kebijakan parkir berbayar di sekolah yang dianggap membebani siswa.
- Insiden anak wali kota yang kehujanan karena dilarang memarkir kendaraan ke lingkungan sekolah saat hujan deras.
“Menurut pimpinan, anak sekolah jangan dipungut uang parkir. Lalu kasus anak wali kota saat hujan deras tidak boleh memarkir kendaraan ke lingkungan sekolah hingga anak beliau kehujanan,” ujar Darmadi, Rabu (17/9/2025).
Klarifikasi Wali Kota Arlan
Menanggapi isu liar di publik, Arlan menyampaikan permohonan maaf kepada Roni dan warga Prabumulih. Ia menegaskan bahwa berita soal pencopotan kepala sekolah adalah hoaks.
“Saya belum memindahkan Pak Roni, saya hanya menegur karena ada kasus yang membuat siswa tidak betah. Guru yang terlibat sudah dipindahkan sejak sepekan lalu,” jelas Arlan.
Kasus ini kini berada di meja Kemendagri. Apakah benar ada pelanggaran dalam keputusan Wali Kota, atau hanya kesalahpahaman yang dibumbui isu politik lokal? Jawabannya menunggu hasil pemeriksaan resmi.(Wartabanjar.com/berbagai sumber)
editor: nur muhammad







