WARTABANJAR.COM, JAKARTA – Isu politik kembali memanas! Presiden Prabowo Subianto dikabarkan telah menandatangani surat presiden (surpres) untuk mengganti Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Kabar ini langsung meledak di jagat maya dan menjadi bahan perbincangan hangat masyarakat.

Dalam sejumlah narasi yang beredar, disebutkan bahwa surpres tersebut sudah dikirim ke pimpinan DPR. Lebih jauh lagi, rumor semakin liar dengan munculnya informasi mengenai dua nama kandidat kuat yang digadang-gadang bakal menggantikan Jenderal Listyo Sigit.

Publik pun bertanya-tanya, apakah benar pergantian pucuk pimpinan Polri ini akan segera terjadi? Jika iya, siapa sosok yang dipilih Presiden Prabowo untuk menduduki kursi panas Kapolri?

Spekulasi terus bermunculan, sementara pihak Istana dan DPR belum memberikan pernyataan resmi. Situasi ini membuat dinamika politik nasional makin panas dan menjadi sorotan tajam.

Cek Fakta & Ini Bantahannya

Belum Ada Surat Presiden (Surpres)Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, menyatakan bahwa pimpinan DPR belum menerima surat apapun dari Presiden Prabowo Subianto terkait pergantian Kapolri.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, juga membantah isu bahwa Presiden sudah mengirimkan surpres tersebut ke DPR.

Nama Calon Kapolri yang Disebut‐Disebut
Meski belum ada konfirmasi resmi, media menyebut dua nama yang populer sebagai kandidat kuat:

  1. Komjen Dedi Prasetyo
  2. Komjen Suyudi Ario Seto

Klarifikasi dari Komjen Suyudi Ario Seto
Komjen Suyudi menyebut bahwa isu dia menjadi calon pengganti Kapolri tidak benar. Ia mengatakan fokusnya saat ini tetap pada tugas di BNN.

Isu bahwa Presiden Prabowo telah mengirim surpres kepada DPR untuk menggantikan Kapolri belum terbukti benar. DPR dan Istana sama‐sama membantah.

Nama kandidat seperti “D” dan “S” yang muncul di masyarakat (yang banyak dihubungkan dengan Komjen Dedi Prasetyo dan Komjen Suyudi Ario Seto) adalah spekulasi yang belum dikonfirmasi secara resmi.(Wartabanjar.com/idntimes/berbagai sumber)

editor: nur muhammad