Tantangan Penanaman Pancasila di Era Digital Ada pada Gen Z dan Milenial
WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN – Deputi BPIP, Prakoso, menilai generasi Z dan milenial menghadapi tantangan besar dalam menanamkan nilai-nilai Pancasila di era digital saat ini.
Menurutnya, derasnya arus informasi global membuat generasi muda lebih mudah terpapar nilai-nilai luar yang belum tentu sejalan dengan jati diri bangsa.
“Sekarang dunia serba digital. Apa yang terjadi di Kalimantan Selatan bisa langsung dilihat seluruh dunia," ujar Prakoso di acara pembekalan nilai-nilai Pancasila oleh Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) bersama Komisi XIII DPR RI dihadiri oleh ratusan relawan Gerakan Pancasila dari Kabupaten Barito Kuala di Hotel Rattan Inn, Banjarmasin, Minggu (14/9/2025).
Ia menyebut ini adalah tantangan bagi kita, bagaimana nilai Pancasila tetap sama, tetapi cara implementasinya menyesuaikan dengan zaman.
Ia menekankan, generasi muda harus diajak memahami bahwa keberagaman Indonesia, suku, agama, bahasa, dan adat adalah kekuatan, bukan kelemahan.
BACA JUGA: Korban Heli Jatuh di Mantewe Resmi Teridentifikasi, Kondisi Jasad Rusak Parah Paling Ribet
Nilai kebhinnekaan itu, lanjutnya, perlu terus dihidupkan lewat ruang-ruang digital seperti WhatsApp group, TikTok, maupun platform media sosial lainnya.
“Kalau ada komunitas Gen Z yang belum tahu Pancasila, atau bahkan menentang relevansinya, maka harus disampaikan dengan cara yang baik, bahwa Pancasila adalah kesepakatan bersama, fondasi negara yang menjamin persatuan dan keutuhan bangsa,” sambungnya.
Prakoso juga mengingatkan agar generasi muda menjaga konsistensi nilai kebangsaan agar tidak tergerus oleh paham lain yang bertentangan dengan Pancasila.
“Di era digital ini, teladan itu penting. Kita harus saling menguatkan dan menjaga kebhinnekaan agar tetap utuh,” pungkasnya. (wartabanjar.com/Ramadan)
Editor: Yayu