WARTABANJAR.COM, JAKARTA – Seri terakhir IFSC Climbing World Cup di Guiyang, Sabtu (13/9), menjadi puncak penentuan ranking dunia. Bukan karena raihan medali di seri penutup, melainkan keberhasilan Kiromal Katibin mengunci peringkat pertama kategori speed putra.
Federasi Panjat Tebing Indonesia menyebut total enam seri diikuti Kiromal sepanjang 2025 dengan empat raihan medali. Anggaran pembinaan dari PP FPTI terbukti efektif karena menempatkan Kiromal sebagai juara dunia dengan 3.945 poin.
Kiromal meraih emas di Denver, perak di Krakow, serta dua perunggu di Bali dan Wujiang. Posisi kedua klasemen diisi atlet Amerika Samuel Watson, disusul Ryo Omasa dari Jepang dengan selisih poin signifikan.







