Sebaliknya, buah dengan aroma segar seperti jeruk, nanas (tanpa bagian kepala), stroberi, atau pandan bisa menambah wangi eco-enzim. Bahkan bisa ditambahkan daun serai atau daun mint untuk menghasilkan aroma herbal.
Untuk wadah, Rezqa menyarankan menggunakan plastik yang cukup kuat dan tidak rapat penuh, karena fermentasi menghasilkan gas.
“Jangan pakai wadah kaca atau aluminium. Kalau botol plastik, pastikan ada ruang udara agar tidak meledak,” katanya.
Setelah tiga bulan fermentasi, cairan eco-enzim siap dipanen dan bisa digunakan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari membersihkan rumah, mencuci pakaian dan piring, hingga perawatan tubuh dengan cara dicampur.
“Eco-enzim ini bukan untuk diminum, tapi bisa dipakai hampir untuk semua hal. Yang jelas, lebih hemat, sehat, dan ramah lingkungan,” pungkas Rezqa. (wartabanjar.com/Adew)
Editor Restu







