Sebelum operasi, Kapolres HST AKBP Jupri JHP Tampubolon memimpin apel di halaman Kantor Bupati HST.
Dalam arahannya, Kapolres HST AKBP Jupri JHP Tampubolon mengingatkan pentingnya ketertiban dalam pelaksanaan razia, meski tetap harus tegas di lapangan.
“Apabila ada penggeledahan perempuan, wajib dilaksanakan oleh petugas perempuan. Pendataan akan menyasar pengunjung, pelaku usaha hingga pekerja di warung, mulai dari identitas KTP, cara berpakaian hingga pola berjualan,” jelasnya.
Kapolres Jupri juga menekankan pentingnya sinergi semua pihak dalam menjaga keamanan.
“Saya berharap kekompakan ini terus kita jaga. Dengan koordinasi yang baik, setiap potensi ancaman bisa kita cegah bersama. Sebelum berangkat, mari kita berdoa bersama sesuai kepercayaan masing-masing agar kegiatan berjalan lancar,” tutupnya.
Dalam operasi ini, sejumlah pengunjung dan pekerja warung diminta menunjukkan identitas, serta diberikan imbauan terkait aturan berdagang dan tata cara berpakaian.
Hadir pula dalam kegiatan tersebut Kasatpol PP dan Damkar Azmi Hamidi, Kajari HST Dr. Yusup Darmaputra, Dandim 1002/HST Letkol Inf Ardiansyah Okta Putra Siregar, Danyon 621/MTG Mayor Eko Arif, serta unsur Forkopimda lainnya.
Langkah terpadu ini menegaskan keseriusan Pemkab HST bersama aparat keamanan dalam menjaga Bumi Murakata tetap aman, tertib, dan kondusif dari potensi ATHG yang bisa muncul di tengah masyarakat. (wartabanjar.com/Adew)
Editor: Yayu







