Kisah Heroik 6 Anggota BPBD Kalsel Evakuasi Korban Kecelakaan Helikopter di Mantewe

“Cuaca sangat tidak bersahabat. Hujan dan kabut rendah di sekitar gunung yang menjadi search area menghambat jarak pandang. Kami terbagi dalam tiga regu, masing-masing dengan peralatan komunikasi, dan ditugaskan di tiga gunung berbeda. Syukur, meski cuaca berat, semua tim bisa kembali dalam keadaan selamat pada hari ketiga,” jelasnya.

Selain menghadapi medan curam dengan waktu tempuh sekitar tujuh jam berjalan kaki, tim juga harus beradaptasi dengan keterbatasan logistik. Setiap anggota membawa perlengkapan berbeda, mulai dari air minum, makanan, hingga peralatan teknis. Dalam perjalanan, mereka saling berbagi dan mengatur kebutuhan bersama.

“Kebersamaan antarunsur tim sangat terasa. Tidak semua membawa logistik yang sama, ada yang bawa air, ada yang bawa makanan, ada yang bawa perlengkapan. Jadi di titik istirahat, semuanya berbaur, berbagi, dan meminimalkan penggunaan logistik yang ada,” tutur Rizki.

Ia menegaskan bahwa misi pencarian ini dianggap berhasil bukan hanya dari sisi operasional, tetapi juga karena seluruh anggota tim kembali dengan selamat.

“Bagi kami, jiwa manusia tidak ada yang sebanding harganya. Misi ini kami anggap berhasil karena enam orang personel BPBD Kalsel kembali dengan selamat. Itu adalah pencapaian besar dalam misi kemanusiaan ini,” tegasnya.

Rizki menutup dengan harapan agar semangat kebersamaan, kesiapan, dan jiwa kemanusiaan tetap terjaga dalam setiap operasi.

“Harapan kami, semangat ini terus terjaga. Karena tugas utama kita adalah untuk kemanusiaan, dan itu yang paling berharga,” tutupnya. (Wartabanjar.com/MC Kalsel)

Editor Restu