PB PASI Targetkan Emas Asian Games, Warisan Sarengat Jadi Pemacu

WARTABANJAR.COM, JAKARTA – Keinginan mengulang kejayaan lari Indonesia kembali mencuat jelang Asian Games 2026. Ambisi besar itu lahir bukan semata dari sejarah manis, melainkan juga karena peta persaingan atletik Asia yang makin ketat.

Indonesia pernah merasakan puncak kejayaan ketika Mohammad Sarengat mencatat sejarah emas di Asian Games Jakarta 1962. Sejak saat itu, nama-nama besar seperti Purnomo Muhammad Yudhi hingga Lalu Muhammad Zohri terus melanjutkan estafet prestasi. Namun, hingga kini belum ada lagi sprinter Merah Putih yang mampu mengulang sukses Sarengat di panggung Asia.

PB PASI menegaskan bahwa SEA Games tak lagi dijadikan ukuran utama. Pada edisi 2023 di Kamboja, atletik Indonesia berhasil menyumbang 19 medali—termasuk tujuh emas—namun fokus kini diarahkan ke Asian Games. Ketua Umum PB PASI Luhut Binsar Pandjaitan menyebut Asian Games adalah batu loncatan penting menuju Olimpiade. “Asian Games-lah tolok ukur kita, bukan SEA Games lagi,” tegasnya.

Menurut Luhut, persiapan kini dilakukan lebih sistematis, mulai dari pembangunan fasilitas baru di Sumatera Utara, penguatan pusat pelatihan di Pangalengan dan Mimika, hingga penerapan sport science untuk memantau perkembangan atlet. “Bukan sekadar pakai perasaan, semua terukur secara scientific,” ungkapnya.