WARTABANJAR.COM, PACITAN – Turnamen Bola Voli Soedirman Cup di Nawangan, Pacitan, yang awalnya digadang sebagai pesta olahraga terbesar, justru berakhir dengan kericuhan massal. Ribuan penonton meluapkan amarah setelah final turnamen diwarnai keputusan wasit kontroversial dan dugaan penipuan promosi bintang nasional.
Kekacauan bermula ketika keputusan VAR (Video Assistant Referee) dianggap merugikan salah satu tim. Alih-alih menenangkan situasi, tayangan VAR justru memicu protes keras dari tribun. Suasana semakin panas saat penonton menyadari pemain voli nasional yang dijanjikan hadir, seperti Rivan Nurmulki dan Dimas Saputra, tak tampak di lapangan.
BACA JUGA:WOW! MOBIL POLISI DECEPTICON TRANSFORMERS Dilelang ke Publik: Jangan Kaget, Segini Harganya!
“Rasane diapusi (rasanya ditipu). Tiket dan promosi digaungkan pakai nama pemain nasional, tapi faktanya kosong,” ujar seorang penonton dengan nada kesal.
Kekecewaan penonton berubah menjadi amuk massa. Suporter melempar botol, kursi, hingga membakar bagian arena. Video amatir yang beredar di media sosial memperlihatkan lapangan penuh asap, fasilitas hancur, dan penonton berhamburan menyelamatkan diri.
Hingga berita ini diturunkan, panitia belum memberikan klarifikasi maupun permintaan maaf. Aparat keamanan terpaksa turun tangan membubarkan massa. Kerugian materiil dan potensi korban jiwa masih belum diumumkan.
Insiden ini menjadi sorotan publik dan bisa mencoreng citra olahraga voli daerah jika tak segera ada penjelasan resmi.(Wartabanjar.com/feedgramindo/berbagai sumber)

