Berdasarkan keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI):
Laba bersih hanya Rp117,16 miliar, anjlok 87,34% dari Rp925,5 miliar pada semester I 2024.
Pendapatan turun jadi Rp44,36 triliun, merosot 11,4% dibanding tahun lalu Rp50,01 triliun.
Laba kotor tergerus ke Rp3,7 triliun dari sebelumnya Rp5,06 triliun.
Laba usaha juga ambles ke Rp513,7 miliar dari Rp1,61 triliun tahun lalu.
Selain itu, pendapatan lain turun menjadi Rp148,7 miliar dari Rp171,76 miliar, ditambah rugi kurs Rp1,7 miliar yang makin memperparah kondisi keuangan perseroan.
Hingga berita ini diturunkan, manajemen Gudang Garam belum memberikan pernyataan resmi terkait kabar PHK massal maupun langkah yang akan ditempuh perusahaan.
Publik kini menanti kepastian: apakah isu PHK massal ini benar terjadi sebagai dampak jebloknya kinerja keuangan, atau hanya rumor yang mencuat di tengah tekanan industri.(Wartabanjar.com/berbagai sumber)
editor: nur muhammad

