DERITA DI GUNUNG LUMUT! Relawan Anggrek Bertaruh Nyawa Temukan Bangkai Heli Maut di Tanbu

Namun, rasa haru itu bercampur getir. Di sekitar puing, ditemukan korban dalam kondisi tertelungkup di atas badan heli yang sudah hancur dan terbakar.

“Perkiraan ada tiga korban di badan heli, semua sudah meninggal dunia. Di bagian bawah, kami temukan lagi satu korban dengan kaki patah,” jelasnya dengan suara tercekat.

Momen Sunyi di TKP

Tim melakukan dokumentasi, mengumpulkan barang berharga korban, lalu menyerahkan lokasi kepada Basarnas, TNI, dan Polri yang tiba tak lama kemudian. Malam itu, sekitar 50 orang bermalam di lokasi, dari tim SAR, relawan, hingga warga setempat.

Eko mengingatkan agar penemuan seperti ini tidak dirayakan berlebihan. “Kalau sampai euforia, justru bisa berbahaya. Sedikit saja salah langkah, bisa berubah dari operasi SAR jadi rescue to rescue,” tegasnya.

Turun gunung tak kalah sulit. Relawan harus merayap perlahan, sementara tubuh sudah letih total. Hingga akhirnya terdengar gonggongan anjing dari kejauhan—pertanda desa sudah dekat.

“Begitu lihat kelap-kelip strobo mobil penjemput, kami balas dengan senter. Ada rasa lega yang luar biasa, akhirnya kami sampai di titik penjemputan,” kenang Eko.

Bagi Tim Anggrek, penemuan ini bukan sekadar operasi pencarian. Itu adalah bukti nyata pengorbanan fisik, mental, dan rasa kemanusiaan yang menyatukan relawan, aparat, dan masyarakat dalam misi yang sama: memberi kepastian bagi keluarga korban.(wartabanjar.com/IKhsan)

editor: nur muhammad