Ia tidak menutup kemungkinan ada mahasiswa Unisba yang ikut terdampak karena hendak pulang malam itu. Namun, menurut pengamatannya langsung, aksi ricuh yang terjadi bukan ciri mahasiswa Unisba.
Harits juga menyebut, sejak pukul 17.20 WIB posko bantuan di kampus telah dibuka untuk menolong korban luka akibat aksi. Posko beroperasi hingga pukul 21.00 WIB sebelum akhirnya ditutup.
Bukti Proyektil
Di sisi lain, Rosid, Kepala Keamanan Kampus Unpas, mengaku menemukan 48 sisa proyektil gas air mata di area kampus. Bahkan, beberapa kaca gedung pecah akibat tembakan.
“Lebih dari 100 orang lari ke kampus Unpas, 12 di antaranya pingsan,” ungkap Rosid. Ia menambahkan, awalnya kampus memang dibuka untuk kemanusiaan, namun karena polisi memukul mundur massa, banyak orang akhirnya mencari perlindungan ke dalam kampus.
Situasi Masih Panas
Insiden ini langsung menuai sorotan publik dan memicu gelombang kecaman di media sosial. Banyak pihak menuntut klarifikasi transparan dari kepolisian terkait alasan penembakan gas air mata yang merembet hingga ke area kampus.(Wartabanjar.com/berbagai sumber)
editor: nur muhammad







