WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN- Ribuan masyarakat geruduk Kantor DPRD Kalimantan Selatan (Kalsel), Senin (1/9/2025) siang.
Pantauan di lapangan, terlihat ribuan massa yang terdiri dari mahasiswa, komunitas, hingga sopir ojek online (Ojol) yang tergabung dalam Aliansi Kalsel Bersatu memenuhi jalan di depan Kantor DPRD Kalsel, dengan membawa spanduk, bendera, serta atribut Unras.
Selain itu, juga terlihat ratusan personel dari kepolisian dibantu dari TNI melakukan pengamanan jalannya aksi tersebut.
Aksi ini bertujuan untuk melakukan penyampaian aspirasi dan melakukan penyampaian tuntutan.
BACA JUGA: Catat! Jalan Lambung Mangkurat, Haryono MT dan HA Adenansi Ditutup, Aksi Demo di DPRD Kalsel Dimulai
Tuntutan massa aksi ini adalah sebagai berikut:
1. Menuntut Reformasi DPR: Efisiensi Gaji dan Tunjangan DPR disesuaikan dengan
kondisi fiskal negara serta melakukan Transparansi penggunaan dana. Hadirkan
Ketua DPRD Provinsi Kalsel, Supian HK dan menolak segala bentuk negosiasi yang diwakilkan.
2. Menuntut reformasi Polri, Revisi UU Polri, dan mengecam segala bentuk tindakan represif aparat terhadap masyarakat, dan Kapolri harus harus bertanggung jawab atas itu. Jika tidak ada komitmen, maka Kapolri harus mundur dari jabatannya.
3. Menuntut pengusutan tuntas dan tanggung jawab penuh oleh instansi terkait atas
kasus meninggalnya Affan Kurniawan.
4. Menuntut penolakan Taman Nasional Meratus, monopoli batubara dan konfik
agraria sawit dan masyarakat, khususnya Kota Baru dan berbagai isu lokal lainnya di
Provinsi Kalimantan Selatan.

