Menurut keterangan keluarga, korban diduga mengalami kelaparan karena memiliki riwayat gangguan kejiwaan. Warga sekitar juga mengungkapkan bahwa korban sering terlihat berjalan-jalan di sekitar kantor kecamatan sebelum akhirnya hilang dan memasuki hutan.
“Dari keterangan warga, korban sering terlihat berjalan tanpa tujuan, bahkan sering masuk ke hutan, yang akhirnya membawa dia ke lokasi penemuan,” jelas Husaini.
Penolakan Keluarga terhadap Otopsi
Pihak kepolisian dari Polsek Batang Alai Selatan bersama Satreskrim Polres HST sudah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memeriksa sejumlah saksi terkait kejadian ini. Namun, keluarga korban menolak dilakukan tindakan medis otopsi dan menerima kejadian ini sebagai musibah.
“Kami sudah menangani kasus ini sesuai prosedur yang berlaku. Karena keluarga menolak otopsi, jenazah langsung diserahkan untuk dimakamkan,” pungkas Husaini.
Dengan terungkapnya identitas korban, pihak kepolisian menghentikan penyelidikan lebih lanjut mengenai penyebab kematian korban, dan menghormati keputusan keluarga.(wartabanjar.com/Adew)
editor: nur muhammad







