Festival Musik Tari Indonesia Pertama di Banjarmasin: Angkat Musik Tradisi ke Panggung Nasional!
Ukuran Huruf:
WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN – Banjarmasin mencatat sejarah dengan menjadi tuan rumah Festival Musik Tari Indonesia (FMTI) pertama kalinya, bertajuk Antasan Banjar Ethnogroove. Festival bergengsi ini menyajikan berbagai pertunjukan musik dan tari tradisional, sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada generasi muda.
Direktur Film, Musik, dan Seni Kementerian Kebudayaan RI, Syaifulah, menyatakan bahwa FMTI merupakan langkah penting dari pemerintah untuk memperluas ekosistem musik tradisi di Indonesia. Selama ini, pengembangan musik tradisi lebih banyak terpusat di Jawa dan Sumatera, sehingga Banjarmasin menjadi momen yang tepat untuk menampilkan potensi luar biasa Kalimantan.
Potensi Kalimantan ke Panggung Nasional
“Kami ingin mengembangkan musik tradisi di seluruh Indonesia, bukan hanya di Jawa dan Sumatera. Kalimantan memiliki kekayaan budaya yang luar biasa, dan FMTI hadir untuk mengangkatnya ke tingkat nasional,” ujar Syaifulah.
BACA JUGA:VIRAL! Tiga Orang Cuek Makan Mie di Atas Gedung Saat Demo Memanas, Netizen Emosi!
Dengan tema Ethnogroove, festival ini tidak hanya melestarikan musik tradisional, tetapi juga berinovasi untuk menarik minat generasi muda. Syaifulah menekankan pentingnya identitas musik tradisi sebagai warisan budaya yang harus dipertahankan, bahkan di tengah dominasi musik pop global.
"Musik pop mungkin sudah kalah dengan K-pop atau musik Barat, tetapi musik tradisi adalah identitas kita yang harus diperkuat dan dicintai oleh anak muda,” tambahnya.
Festival ini mendapat sambutan hangat dari Pemerintah Kota Banjarmasin, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, dan berbagai komunitas seni yang turut mendukung penuh acara ini. Dengan dukungan tersebut, FMTI diyakini akan terus berkembang dan membantu membangun ekosistem musik tradisi yang berkelanjutan.
Dengan keberhasilan FMTI di Banjarmasin, kota ini kini memiliki potensi untuk menjadi salah satu pusat pengembangan musik tradisi di Indonesia, menghubungkan budaya lokal dengan tren modern, serta memberi ruang bagi anak muda untuk lebih mencintai warisan budaya bangsa.(Wartabanjar.com/Ramadan)
editor: nur muhammad