WARTABANJAR.COM, JAKARTA – Timnas Basket Pelajar Putri Indonesia terhenti di semifinal 9th Asian School Basketball Championships (ASBC) 2025 usai kalah 63-71 dari Thailand di GOR Manahan, Solo, Jumat malam. Kekalahan ini menjadi sorotan karena skuad Merah Putih kembali gagal menembus final meski tampil impresif di fase sebelumnya.
Federasi Basket Pelajar Indonesia sebelumnya mengalokasikan anggaran Rp4,5 miliar untuk mendukung partisipasi tim di ajang ASBC, termasuk biaya pelatihan, akomodasi, dan transportasi. Namun, evaluasi muncul setelah performa tim putri justru melemah di laga penentuan. Statistik menunjukkan kelemahan pada rebound dan free throw yang dinilai tak sebanding dengan dana persiapan yang digelontorkan.
Pengamat basket nasional, Andre Surya, menilai bahwa kelemahan teknis ini harus menjadi bahan evaluasi serius. “Rebound adalah kunci utama dalam permainan. Kalau kalah 20 rebound, otomatis peluang kemenangan mengecil, sekalipun akurasi tembakan seimbang,” ucapnya kepada media, Sabtu (30/8/2025).







