Penertiban Tambang Emas Ilegal di Bengkayang Ricuh, Konflik Warga 12 Desa Vs Aktivitas PETI
Ukuran Huruf:
WARTABANJAR.COM, BENGKAYANG – Suasana panas meledak di Desa Sekayok, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, Senin (25/8/2025). Operasi penertiban Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang digelar aparat kepolisian berakhir ricuh setelah sejumlah pekerja tambang diamankan.
Kericuhan ini menjadi klimaks dari konflik panjang warga dengan aktivitas PETI yang dianggap merusak lingkungan dan mencemari aliran sungai.
Warga 12 Desa Melawan Pencemaran
Sejumlah perwakilan warga dan kepala desa dari 12 desa di Kecamatan Sejangkung, Kabupaten Sambas, sebelumnya sudah melaporkan aktivitas tambang emas ilegal di wilayah Kecamatan Ledo, Bengkayang, kepada Polda Kalbar.
BACA JUGA:BREAKING NEWS! ABK Muda Diduga Tenggelam di Sungai Barito, Tim SAR Kerahkan Operasi Besar-Besaran
Iskandar, Kepala Desa Sekuduk, yang memimpin laporan tersebut mengatakan, warga sudah menempuh berbagai jalur prosedural, mulai dari hearing dengan DPRD Sambas, audiensi dengan Dinas LHK Provinsi, hingga pertemuan dengan Pemkab Bengkayang. Namun, aktivitas PETI tetap berjalan dan pencemaran semakin parah.
“Kami sudah lakukan semua prosedur, tapi tambang ilegal tetap jalan. Sungai Sambas semakin rusak. Karena itu, kami minta Polda Kalbar turun tangan menindak tegas para pelaku, cukong, maupun pihak yang melindungi kegiatan ilegal ini,” tegas Iskandar saat berada di Mapolda Kalbar, Senin.
Sungai Sambas Berubah Kuning Pekat
Sejak Juni 2025, kondisi Sungai Sambas berubah drastis. Airnya yang dulu jernih kini menjadi kuning pekat dan keruh. Sungai yang dulunya menjadi sumber air minum, mandi, hingga irigasi, kini tak lagi layak digunakan.
Akibat pencemaran, warga mengalami gangguan kesehatan seperti gatal-gatal hingga diare. Tidak sedikit masyarakat yang terpaksa membeli air bersih untuk kebutuhan sehari-hari, sehingga menambah beban ekonomi keluarga.
“Masyarakat kami sudah menderita. Sungai yang dulu jadi sumber kehidupan, sekarang malah membawa penyakit. Kami meminta polisi segera menghentikan PETI di hulu,” desak Iskandar.
Polisi Diminta Tegas
Publik kini menunggu langkah tegas aparat penegak hukum. Warga menuntut tidak hanya pekerja lapangan yang dijerat, tetapi juga cukong dan pihak-pihak yang melindungi aktivitas tambang ilegal di Bengkayang.
Hingga berita ini dirilis, operasi penertiban PETI di lokasi masih berlangsung, sementara warga Sambas terus menggaungkan tuntutan: Selamatkan Sungai Sambas, selamatkan hidup kami!(Wartabanjar.com/feedgramindo)
editor: nur muhammad