Ahli Parasitologi : Jangan Remehkan Cacingan pada Anak

WARTABANJAR.COM, YOGYAKARTA – Kasus kematian Raya, balita di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat akibat infeksi disorot banyak pihak.

Ahli parasitologi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), dr. Farindira Vesti Rahmasari menyampaikan kasus Raya masih menjadi masalah kesehatan yang serius di Indonesia.

Infeksi cacing, jelasnya, terjadi ketika telur atau larva masuk ke tubuh melalui makanan, minuman, maupun tanah yang terkontaminasi.

Baca Juga

Pikap Jemputan Anak Sekolah Ringsek Usai Tabrakan dengan Truk di Sekapuk Tanah Bumbu

Ia mengungkap bahwa jika hal tersebut berlangsung lama tanpa adanya pengobatan, maka jumlah cacing dalam tubuh akan terus bertambah bahkan dapat mengganggu fungsi organ vital.

“Kasus ini kemungkinan besar dipicu oleh kebiasaan anak bermain di tanah kotor, kurangnya kebiasaan mencuci tangan, dan lingkungan yang tidak higienis. Penularan dapat terjadi melalui kotoran manusia yang mengandung telur cacing, kemudian masuk lewat makanan, minuman, atau tangan yang kotor.”

“Infeksi berulang tanpa penanganan dapat menimbulkan hiperinfeksi, sehingga jumlah cacing di usus sangat banyak,” jelasnya pada rilis yang diterima pada Kamis (21/8).

Menambahkan pemaparannya, dr. Farindira menyebut bahwa terdapat beberapa jenis cacing yang dapat menyerang anak-anak diantaranya cacing gelang (Ascaris Lumbricoides), disusul cacing tambang dan kemudian cacing cambuk.