WARTABANJAR.COM, BARABAI — Desa Rantau Kaminting, Kecamatan Labuan Amas Utara, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), mendadak semarak dengan suguhan budaya. Lima penari cilik dari SDN Rantau Kaminting tampil memukau lewat tari Paris Barantai dan Wonderland pada kegiatan verifikasi lapangan Lomba Asuhan Mandiri Pemanfaatan Taman Obat Keluarga (Asman Toga) tingkat Provinsi Kalsel, Selasa (26/8/2025). Gerakan lincah para penari cilik ini sukses mencuri perhatian tamu undangan. Nuansa budaya lokal berpadu dengan semangat kebersamaan, menjadikan acara semakin meriah. Hasil Mengagumkan Guru SDN Rantau Kaminting, Maulida Hayati, mengaku bangga dengan anak didiknya. Meski hanya berlatih tiga hari, para siswa mampu tampil percaya diri. BACA JUGA:Murakata Symphony Orchestra & Banjarmasin Harmony Choir Guncang Balai Rakjat Barabai “Meskipun waktunya singkat, anak-anak sudah terbiasa tampil. Setiap kenaikan kelas selalu ada pentas seni, jadi mereka tidak canggung lagi,” ungkapnya. Identitas Banua Paris Barantai merupakan tarian khas Kalimantan Selatan yang sarat makna budaya, sosial, dan spiritual. Tarian ini terinspirasi dari sosok perempuan bernama Suparis, seorang pemain bagandut dengan busana khas berantai—sehingga melahirkan nama Paris Barantai. Salah satu siswi kelas 6, Meisya, mengaku bangga bisa tampil di acara bergengsi ini. “Saya senang sekali bisa tampil, apalagi banyak orang menonton. Rasanya bangga,” ujarnya. Hal serupa dirasakan Amiratul Jannah, siswi kelas 6 lainnya. “Awalnya agak grogi, tapi setelah menari malah jadi senang. Semoga bisa tampil lagi di acara lain,” tuturnya dengan semangat. Acara ini tidak hanya menjadi ajang verifikasi lomba Asman Toga, tetapi juga panggung pelestarian budaya Banua. Melalui tarian, anak-anak Rantau Kaminting membuktikan bahwa tradisi tetap hidup dan diwariskan dengan penuh kebanggaan.(wartabanjar.com/Adew) editor: nur muhammad