Gusdurian Barabai Gelar Forum 17-an, Tokoh Lintas Generasi Suarakan Keadilan Ekologi
Ukuran Huruf:
WARTABANJAR.COM, BARABAI– Forum 17-an yang digelar Jaringan Gusdurian Barabai menghadirkan suasana berbeda di sebuah kafe di Barabai.
Diskusi penuh gagasan lintas tokoh, agama, dan generasi ini berfokus menyuarakan keadilan ekologi di Hulu Sungai Tengah (HST), Sabtu (23/8/2025).
Diskusi berlangsung hangat, menghadirkan beragam perspektif.
Dari sisi spiritual, Ketua PC Nahdlatul Ulama HST, H. Idi Amin, mengingatkan hadirin bahwa menjaga alam sejatinya bagian dari keimanan.
“Merawat lingkungan adalah bagian dari iman. Jika alam rusak, manusia juga yang menanggung akibatnya,” ujarnya tegas.
Nada serupa datang dari Ketua PD Muhammadiyah HST, Muhammad DN.
Menurutnya, agama tak berhenti pada ibadah ritual, tetapi juga menuntut tanggung jawab sosial, termasuk menjaga bumi.
“Tanggung jawab kita bukan hanya dalam ibadah, tetapi dalam menjaga lingkungan dan bumi ini,” katanya.
Dari jalur kebijakan, Hj. Laila Ernawati, anggota DPRD HST, menekankan perlunya regulasi yang benar-benar berpihak pada kelestarian lingkungan.
Ia mengatakan bahwa hal itu sudah masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), tetapi harus dikuatkan lewat keterlibatan masyarakat.
“Perihal ini juga termasuk dalam RPJMD kami, namun kita perlu memperkuat dengan melibatkan masyarakat langsung dalam kesadaran menjaga lingkungan sendiri,” ungkapnya.
Diskusi semakin hidup ketika pegiat lingkungan, M. Hidayatullah atau akrab disapa Dayat, memaparkan kondisi lapangan, pencemaran air, perubahan iklim, hingga pemanfaatan alam yang tak ramah lingkungan.
BACA JUGA: 4 Amalan Bulan Rabiul Awal, Termasuk Peringati Maulid Nabi
“Kita tahu bahwa cuaca bisa mengakibatkan banjir, namun semua itu bisa lebih parah akibat tidak dijaganya lingkungan. Mungkin nanti kita bisa mengajak semua elemen masyarakat, OKP, dan pemerintah untuk kolaborasi, misalnya membersihkan sungai,” jelasnya.
Dari sudut pandang generasi muda, Aulin Safitri, Ketua Kohati Barabai, menegaskan peran penting pemuda dan perempuan.
“Perempuan dan pemuda memiliki energi besar untuk mendorong perubahan, menyuarakan aksi peduli ekologi,” ungkapnya.
Forum yang digelar Gusdurian Barabai ini ditutup dengan refleksi dari Koordinator, Fahriansyah.
Ia menekankan bahwa pertemuan ini bukanlah akhir, melainkan langkah awal menuju gerakan kolektif menjaga lingkungan di HST.
“Dengan semangat lintas generasi dan lintas iman, kita ingin menegaskan bahwa keadilan ekologi bukan sekadar isu, melainkan tanggung jawab moral dan kemanusiaan bersama,” ujarnya. (wartabanjar.com/Adew)
Editor: Yayu