WARTABANJAR.COM, TANJUNG – Malam puncak peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-80 di Desa Masingai II, Kecamatan Upau, Kabupaten Tabalong berlangsung penuh khidmat dan sakral. Ribuan warga tumpah ruah mengikuti Ritual Penyalaan Api Suci Kemerdekaan, tradisi langka yang sudah diwariskan secara turun-temurun puluhan tahun.
Kepala Desa Masingai II, Tatak Adi Rahmanto, menjelaskan bahwa ritual yang dikenal masyarakat sebagai “Upacara Panggung” ini menjadi simbol semangat persatuan dan penghayatan nilai-nilai Pancasila.
“Seperti upacara resmi pada umumnya, acara dimulai dengan laporan komandan kepada inspektur upacara, penghormatan bendera, dan pembacaan Pancasila,” ujar Tatak.
Namun, momen sakral terjadi ketika lima petugas pembawa obor mengelilingi tungku besar di depan panggung. Api suci kemudian dinyalakan melalui seutas tali berlumur minyak yang menjalar dari panggung ke tungku. Saat nyala api membumbung tinggi, Pancasila dibacakan dengan lantang, diikuti dengan lagu Syukur dan pembacaan teks Proklamasi.
“Ketika api dinyalakan, seluruh lampu listrik dipadamkan. Semua warga berdiri, suasananya benar-benar haru dan membuat bulu kuduk merinding,” ungkap Tatak.
Hal itu juga dirasakan oleh anggota DPRD Tabalong, Mursalin, yang hadir langsung dalam acara tersebut.







