Selain menjadi rest area, Masjid Al-Hijriyah juga dilengkapi dengan perpustakaan yang menyediakan buku umum, buku agama, dan Al-Qur’an.
Rencananya, lahan di belakang masjid akan dimanfaatkan untuk pembangunan TK Al-Qur’an dan koperasi.
BACA JUGA: TRAGEDI BERDARAH di Ponpes Al-Hikmah HST! Santri Ungkap Tak Pernah Ada Sosialisasi Anti-Bullying
Sejarah Nama Masjid Al-Hijriyah
Nama Al-Hijriyah memiliki cerita yang menarik.
Ia lahir dari kesalahan penyebutan yang akhirnya menjadi ciri khas.
H.A. Saryanie menjelaskan, harusnya namanya hijrah, tetapi karena pindahnya ke lokasi baru ini bulan alhijriah sehingga namanya menjadi Al-Hijriah saja.
Nama ini, meskipun secara tata bahasa kurang tepat, justru mengandung makna yang mendalam, yakni menjadi pengingat perjuangan masyarakat untuk memindahkan dan membangun kembali tempat ibadah ini dari nol.
Nama tersebut kini melekat erat di hati masyarakat dan jemaah, bahkan banyak orang dari luar daerah lebih mengenal masjid ini dengan nama tersebut, menjadikannya ikon yang tak tergantikan.
Berkapasitas 800 Orang
Dengan kapasitas mencapai 800 orang, masjid ini juga dilengkapi berbagai fasilitas modern seperti CCTV dan Wi-Fi gratis.
Pengurus masjid aktif mengadakan berbagai kegiatan keagamaan, termasuk festival Habsyi tingkat kabupaten, Nuzulul Quran, Gema Ramadan, dan menjadi titik kumpul para jemaah Haul Guru Sekumpul.
H.A. Saryanie berharap masjid ini terus menjadi pusat syiar Islam dan menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi siapa pun yang datang.
“Kami berharap semoga masjid ini syiar agama Islamnya tuh dimantapkan, karena ini juga kita berharap orang-orang yang jadi imam, jadi khatib itu orang-orang yang memang orang-orang pilihan,” tutupnya. (Wartabanjar.com/Gazali)
Editor: Yayu







