WARTABANJAR.COM, JAKARTA – Pertarungan tinju kelas berat di Kingdom Arena, Riyadh, Arab Saudi, Minggu (17/8), menyajikan kejutan cepat. Moses Itauma asal Inggris menumbangkan Dillian Whyte lewat KO di ronde pertama hanya dalam 1 menit 57 detik.
Promotor menyiapkan total hadiah USD 2 juta atau setara Rp32 miliar untuk duel ini. Namun yang menuai perbincangan adalah langkah Itauma berikutnya, karena regulasi WBO dan WBC menempatkannya belum di peringkat atas untuk langsung menantang juara dunia.
Analis tinju Inggris, Eddie Hearn, menyebut Itauma sebagai prospek paling berbahaya. “Kecepatan dan kekuatannya di usia 20 tahun sangat jarang ditemui. Jika terus konsisten, ia bisa menjadi generasi penerus Anthony Joshua,” tuturnya.
Itauma sendiri menanggapi dengan nada optimis. “Saya masih 20 tahun, perjalanan panjang menanti. Entah Parker, Kabayel, atau siapapun, saya siap bertarung demi tiket juara dunia,” katanya dalam wawancara pasca-laga.
Dunia tinju kini menunggu siapa lawan berikutnya bagi Itauma, apakah langsung masuk perebutan gelar atau menjalani duel pemanasan sebelum menantang Usyk. (Wartabanjar.com/berbagai sumber)
Editor: Andi Akbar

