Kementrian LH : OMC di Kalsel Dilaksanakan Selama 10 Hari

Pemilihan waktu ini didasarkan pada analisis para ahli yang menyatakan ketersediaan awan di Kalsel berada pada kondisi optimal.

“Secara ilmiah, garam yang digunakan bersifat higroskopis, yaitu menarik partikel air sehingga memicu proses pembentukan hujan,” jelasnya.

Berdasarkan data BPBD Kalsel, hingga 6 Agustus tercatat 140 hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi, dan luas lahan terbakar sementara mencapai 155 hektare. Secara nasional, catatan sementara menunjukkan lebih dari 11 ribu hektare lahan terbakar hingga pertengahan Agustus, termasuk kejadian besar di Riau pada Juli lalu.

“Angka ini bisa saja berubah karena kami masih melakukan verifikasi lapangan dengan TNI, Polri, BPBD, dan masyarakat peduli api,” tambah Dasrul.

Ia menegaskan bahwa OMC merupakan langkah pencegahan agar api tidak meluas. Namun, upaya ini tidak bisa dilakukan sendiri oleh KLHK.

“Pengendalian karhutla membutuhkan kolaborasi lintas sektor. BMKG punya peran vital dalam analisis cuaca, tetapi tidak bisa melakukan penyemaian sendiri. Karena itu, semua pihak harus saling mendukung,” tegasnya.(wartabanjar.com/MC Kalsel)

Editor Restu