WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN – Sudah hampir sepekan penuh pasokan air ledeng di Alalak Utara dan Alalak Tengah, Kota Banjarmasin, tersendat. Warga terpaksa mengandalkan segala cara untuk bertahan—dari meminta air ke tetangga, menadah bantuan tangki, hingga kembali ke sumur tradisional.
Fauzia, warga Alalak Tengah, mengaku krisis air ini mulai dirasakan sejak Jumat lalu.
“Biasanya pagi air mati, malam baru mengalir. Itu pun tergantung mesin pompa. Kalau kuat, ya lancar. Kalau tidak, macet lagi,” keluhnya, Rabu (13/8/2025).
Selama pasokan terganggu, Fauzia kerap meminjam air dari tetangganya yang memiliki pompa lebih bertenaga. Sebagian warga bahkan masih mengandalkan sumur untuk memenuhi kebutuhan harian.
Pagi tadi, bantuan dua unit tangki berkapasitas 3.000 liter lengkap dengan tandon sempat didistribusikan. Namun, hingga sore, aliran air belum kembali normal.
“Kalau satu RT mati total, biasanya ramai-ramai lapor. Tapi kalau cuma sebagian rumah, ya jarang ada laporan,” jelasnya.







