WARTABANJAR.COM – Film animasi “Merah Putih One For All” tengah menuai beragam kritik, termasuk tudingan dari warganet yang mengatakan bahwa proses penyuntingannya dilakukan memakai aplikasi ponsel seperti CapCut.
Sutradara Endiarto menepis anggapan tersebut dengan nada santai namun tetap tegas. Ia menilai klaim itu tidak masuk akal, mengingat pembuatan film berdurasi penuh memiliki tingkat kerumitan tinggi yang tak mungkin ditangani dengan perangkat lunak sederhana.(berbagai sumber)

