Mendengar hal tersebut, tentunya membuat Dariansyah merasa terpukul dan sedih, karena harus kehilangan anak yang ia banggakan.
“Kalau saya masih bisa menahanlah walau pun sedih juga, cuma ibunya saja yang langsung sedih dan histeris saat mendengar kabar tersebut,” ucap Dariansyah.
Ia membeberkan, anaknya itu mulai bergabung sebagai anggota TNI sejak tahun 2022, ditugaskan di Kodam Brawijaya.
“Selama dia bertugas ini, dia baru satu kali ada pulang ke sini. Jadi selama ini kita hanya berkomunikasi melalui telepon ata video call untuk mengobati rindu,” bebernya.
Dariansyah juga mengungkapkan, anaknya itu merupakan anak yang berbakti terhadap orang tua semasa hidupnya.
BACA JUGA: Gugur sebagai Pahlawan, Jasad Pratu ANM Yahya Sampai di Rumah Duka
“Selama ini dia tidak pernah membuat kami khawatir, dan juga selalu mandiri. Bahkan dia juga cukup aktif saat di sekolah dan juga saat mengikuti kegiatan karate,” ungkap Dariansyah.
Menjadi tentara adalah cita-cita putranya sejak lama dan selalu didukung oleh mereka.
Meski menyisakan kesedihan karena kepergian Pratu Yahya, Dariansyah mengaku bangga terhadap anaknya, karena gugur sebagai pahlawan saat menjalankan tugas.
“Saat dia baru saja menjalani pelantikan sebagai anggota TNI, dia pernah berniat ingin menaikkan haji saya dan ibunya, makanya saya sangat bangga dengan anak saya ini. Namun Tuhan sudah berkehendak, kami yang ditinggalkan harus bisa berlapang dada, mungkin ini adalah jalan yang terbaik untuknya,” pungkasnya. (iqnatius)
Editor: Yayu







