WARTABANJAR.COM, PELAIHARI – Perubahan pola tidur ternyata bisa menjadi alarm penting bahwa kesehatan mental seseorang sedang terganggu. Dinas Kesehatan (Dinkes) Tanah Laut pun bergerak cepat dengan menggencarkan program deteksi dini demi menjaga kesehatan mental masyarakat. Kepala Dinkes Tanah Laut, dr. Isna Farida, M.Kes, menyebut isu kesehatan mental kini menjadi tantangan besar, bukan hanya di Tanah Laut, tetapi juga di seluruh Indonesia. “Masalah mental health juga menjadi masalah besar, bukan hanya di kabupaten, tapi se-Indonesia,” ujarnya usai menghadiri Rapat Koordinasi Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) dan Rembuk Stunting Kabupaten Tahun 2025 di Banjarmasin, Kamis (7/8/2025). BACA JUGA:Dipicu Gaya Hidup Salah! Dinkes Tanah Laut Ingatkan Penyebab Stunting Bukan Hanya Masalah Kesehatan Ia mengungkapkan bahwa penanganan kesehatan mental di Tanah Laut sudah dilakukan sejak lama, salah satunya melalui kegiatan screening rutin di berbagai lapisan masyarakat. “Perubahan pola tidur saja sebenarnya sudah menandakan ada gangguan pada kesehatan mental,” jelasnya sambil tersenyum. Menurutnya, gangguan kesehatan mental bukan hanya berarti “orang gila”, melainkan juga berkaitan dengan kemampuan mengendalikan emosi, mengatasi tekanan pekerjaan, dan mengelola stres sehari-hari. Saat ini, kondisi kesehatan mental di Tanah Laut masih terpantau aman. Tim kesehatan rutin turun ke lapangan, termasuk ke sekolah-sekolah, untuk melakukan pemeriksaan. Dalam waktu dekat, program Pendidikan Gratis Anak Sekolah (PKG) juga akan dimanfaatkan sebagai sarana deteksi dini kesehatan mental pelajar. Dr. Isna menekankan pentingnya mengubah stigma di masyarakat. “Banyak yang mengira gangguan mental hanya soal orang gila, padahal lebih dalam dari itu. Kita harus ubah cara pandang ini,” pungkasnya.(Wartabanjar.com/Gazali) editor: nur muhammad