“Jelas target saya tetap untuk bahagia, menikmati permainan, dan kembali ke peringkat satu dunia,” tegas Alcaraz.
Evaluasi Usai Wimbledon
Meski harus mengakui keunggulan Sinner di final Wimbledon, Alcaraz menyebut pertandingan tersebut sebagai pengalaman penting dalam kariernya.
“Ada banyak hal yang harus saya perbaiki dari pertandingan itu. Tapi saya bangga. Saya kalah, tapi saya tidak menyesal,” ujar petenis berusia 22 tahun itu.
Motivasi dari Rivalitas
Alcaraz juga mengakui bahwa rivalitasnya dengan Sinner menjadi salah satu motivasi terbesar untuk terus berkembang. Di final Roland Garros 2025 lalu, Alcaraz berhasil melakukan comeback dramatis melawan Sinner, namun hasilnya terbalik di Wimbledon.
Kini, ia berharap bisa membalikkan keadaan dan memulai paruh kedua musim dengan gelar di Cincinnati. (Berbagai sumber/Aar)
Editor: Andi Akbar







