Aliran bawah itu biasanya lebih deras dan bisa mengikis bagian dasar tiang-tiang penyangga,” sambungnya.
Terkait dugaan bahwa pemotongan pada bagian beton turut memicu keruntuhan, Damayanti membantah bahwa itu merusak struktur utama.
“Pemotongan hanya dilakukan pada bagian beton, tidak sampai ke struktur bawah seperti gelagar,” ungkap Damayanti.
“Dan besi yang dipotong itu bukan bagian dari struktur asli jembatan yang berbahan kayu ulin,” lanjutnya.
Untuk saat ini, Dinas PUPR Banjarmasin diminta oleh Wakil Wali Kota untuk segera melakukan penanganan darurat, khususnya bagi warga yang terdampak langsung.
“Ada dua rumah warga yang tidak memiliki akses akibat jalan runtuh. Kami diminta untuk segera membuat jalan sementara bagi mereka, serta menyediakan penerangan umum di lokasi jalan alternatif yang berada dekat area pemakaman,” paparnya.
Sementara itu, total anggaran awal yang disiapkan untuk beberapa titik penanganan termasuk kawasan ini mencapai lebih dari Rp2 miliar.
Namun, Damayanti mengakui bahwa dengan adanya kejadian ini, anggaran bisa saja bertambah.
“Kondisi fisik di lapangan akan kami ukur ulang. Runtuhan sendiri hanya sekitar dua meter dari segmen proyek, tapi bagian setelahnya juga terlihat bergelombang,” tutur Damayanti.
Besok tim teknis kami akan ukur ulang berapa total panjang yang harus ditangani,” tutupnya. (Ramadan)
Editor Restu







