Wilayah-wilayah terdeteksi munculnya titik panas (hotspot) tersebut antara lain:
- Batang Alai Utara: Sumanggi, Haur Gadung, Awang Baru
- Batu Benawa: Pagat, Haliau
- Labuan Amas Selatan: Panggang Marak, Mahang Baru, Tabu Darat Hilir, Sungai Rangas
- Labuan Amas Utara: Balanti, Sungai Buluh, Banua Kupang, Rantau Kaminting, Binjai Pirua
- Pandawan: Kayu Rabah, Masiraan
- Barabai: Banua Jingah, Kayu Bawang, Mandingin, Barabai Timur
- Batang Alai Selatan: Wawai Gardu
- Hantakan: Tilahan, Patikalain
- Haruyan: Sungai Harang, Pandanu
- Limpasu: Desa Limpasu, Tapuk
- Batang Alai Timur: Pembakulan, Tandilang, dan Hinas Kiri
Ia menambahkan, sebagian besar penyebab terbakarnya lahan tersebut bersifat non-alam.
“Meski begitu, faktor alam tetap menjadi perhatian, mengingat kondisi kekeringan yang membuat lahan sangat mudah terbakar,” pungkasnya.
BPBD HST mengimbau warga untuk waspada dan tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran di musim kemarau ini. (Adew)
Editor: Yayu







