WARTABANJAR.COM, BARABAIā Memasuki puncak musim kemarau, sejumlah wilayah di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) mulai terdeteksi munculnya titik panas (hotspot).
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) HST mencatat Secara keseluruhan, hotspot terpantau muncul di 11 kecamatan, 9 di antaranya masuk dalam kategori rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Kepala Pelaksana BPBD HST, Akhmad Apandi, Rabu (6/8/2025) mengungkapkan, 22 desa yang tersebar di sembilan kecamatan tersebut terindikasi rawan karhutla.
Sementara itu, Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD HST, Fitriadinoor, membenarkan hal itu.
BACA JUGA: Terekam Jelas CCTV! Pria Misterius Gondol Tas Karyawan Penginapan di Tarakan Banjarmasin
Wilayah-wilayah terdeteksi munculnya titik panas (hotspot) tersebut antara lain:
- Batang Alai Utara: Sumanggi, Haur Gadung, Awang Baru
- Batu Benawa: Pagat, Haliau
- Labuan Amas Selatan: Panggang Marak, Mahang Baru, Tabu Darat Hilir, Sungai Rangas
- Labuan Amas Utara: Balanti, Sungai Buluh, Banua Kupang, Rantau Kaminting, Binjai Pirua
- Pandawan: Kayu Rabah, Masiraan
- Barabai: Banua Jingah, Kayu Bawang, Mandingin, Barabai Timur
- Batang Alai Selatan: Wawai Gardu
- Hantakan: Tilahan, Patikalain
- Haruyan: Sungai Harang, Pandanu
- Limpasu: Desa Limpasu, Tapuk
- Batang Alai Timur: Pembakulan, Tandilang, dan Hinas Kiri
Ia menambahkan, sebagian besar penyebab terbakarnya lahan tersebut bersifat non-alam.
“Meski begitu, faktor alam tetap menjadi perhatian, mengingat kondisi kekeringan yang membuat lahan sangat mudah terbakar,ā pungkasnya.

