“Kesehatan reproduksi bukan hanya urusan fisik, tapi juga menyangkut aspek sosial dan moral yang perlu kita jaga bersama,” ungkap Wiwi, seraya menyampaikan apresiasi kepada Ikatan Bidan Indonesia atas kontribusi mereka dalam memberikan literasi kesehatan.
Selain fokus pada kesehatan, pertemuan ini juga dimanfaatkan untuk mendata potensi bisnis yang dimiliki oleh para anggota.
Wiwi mendorong agar produk lokal buatan anggota, seperti makanan dan kerajinan, dapat dimanfaatkan dalam kegiatan-kegiatan pemerintah daerah. Hal ini bertujuan untuk mendukung dan memberdayakan ekonomi perempuan.
“Jangan beli di luar lagi. Kita bantu Ibu-ibu yang punya keahlian agar hasil karyanya bisa tampil dan laku di setiap kegiatan,” ujarnya. Pernyataan ini disambut antusias oleh para peserta yang melihat peluang nyata untuk mengembangkan usaha mereka.
Acara ditutup dengan penuh semangat, diiringi pantun motivasi dan doa bersama, sebagai penanda bahwa sinergi antarorganisasi wanita di Tanah Laut akan terus berlanjut. (Gazali)
Editor Restu







