FAKTA-FAKTA Pria Dikeroyok hingga Tewas Usai Tolak “Full Service” di Sungai Sipai Martapura

WARTABANJAR.COM, MARTAPURA – Nasib tragis menimpa MN, seorang pria asal Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. Ia meregang nyawa akibat dikeroyok brutal oleh sekelompok orang setelah membatalkan transaksi “full service” dengan seorang perempuan yang dipesannya melalui aplikasi hijau.

Insiden berdarah ini terjadi di kawasan Sungai Sipai, Kecamatan Martapura, pada Jumat malam (1/8/2025), dan baru terungkap ke publik dalam konferensi pers Polres Banjar pada Selasa (5/8/2025). Berikut Fakta-fakta kasus mengehebohkan ini:

1. Kesepakatan Gagal, Kekerasan Mematikan

Menurut Kapolres Banjar AKBP Dr. Fadli, kejadian bermula ketika korban MN berkomunikasi melalui aplikasi hijau dengan perempuan berinisial SAR. SAR menawarkan layanan “full service” seharga Rp500 ribu, yang lalu ditawar korban menjadi Rp250 ribu. Keduanya sepakat, dan korban datang ke lokasi yang ditentukan menggunakan sepeda motor matic miliknya.

Namun, MN kaget saat melihat fisik SAR tak sesuai foto. Di dalam rumah juga ada dua perempuan lain, berinisial KS dan AT. Merasa tertipu, MN langsung membatalkan transaksi.

BACA JUGA:BREAKING! Virus Chikungunya Meledak di China: 7.000 Kasus Terdeteksi, Kota Diblokade, Pasukan Khusus Dikerahkan!

“Maaf ulun kada jadi, minta rela,” ujar Kapolres menirukan ucapan korban saat itu.

Sayangnya, ketiga perempuan tersebut menolak pembatalan, bahkan menuntut tetap dibayar. Mereka mengatakan bahwa begitu pelanggan masuk ke rumah, pembatalan tidak diizinkan.

“Main gak main, tetap bayar. Di sini peraturannya seperti itu. Kalau tidak mau, nanti kami pvkvli,” tutur AT, dikutip dari keterangan pers.

2. MN Dikeroyok Usai Protes Knalpot Hilang