WARTABANJAR.COM, JAKARTA — Dua tunggal putri terbaik Indonesia, Gregoria Mariska Tunjung dan Putri Kusuma Wardani, tetap bertahan di jajaran 10 besar dunia dalam daftar peringkat terbaru Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) yang dirilis pada Selasa (5/8). Gregoria kini menempati peringkat ketujuh dunia meskipun turun satu strip dari pekan lalu, dengan total 65.960 poin dari 13 turnamen sepanjang musim ini. Di sisi lain, Putri KW, sapaan akrab Putri Kusuma Wardani, justru naik satu peringkat ke posisi kesembilan dunia dengan 63.600 poin dari 18 turnamen. Kehadiran dua nama Indonesia di papan atas menunjukkan konsistensi sektor tunggal putri Tanah Air di tengah ketatnya persaingan global, terutama dari pemain muda Asia Timur dan Eropa. Di posisi teratas, An Se Young (Korea Selatan) masih mendominasi dengan 110.120 poin, diikuti dua wakil China, Wang Zhi Yi dan Han Yue, yang masing-masing berada di peringkat kedua dan ketiga. Peringkat keempat kini ditempati oleh Chen Yu Fei (China), peraih emas Olimpiade Tokyo 2020, yang naik satu peringkat setelah menggeser Akane Yamaguchi (Jepang) ke posisi kelima. Berikut daftar 10 besar tunggal putri dunia BWF per 5 Agustus 2025: An Se Young (Korea Selatan) – 110.120 poin Wang Zhi Yi (China) – 106.862 poin Han Yue (China) – 91.000 poin Chen Yu Fei (China) – 82.385 poin Akane Yamaguchi (Jepang) – 81.284 poin Pornpawee Chochuwong (Thailand) – 69.708 poin Gregoria Mariska Tunjung (Indonesia) – 65.960 poin Tomoka Miyazaki (Jepang) – 65.364 poin Putri Kusuma Wardani (Indonesia) – 63.600 poin Ratchanok Intanon (Thailand) – 62.464 poin Harapan Baru dari Komang Ayu & Mutiara Ayu Di luar 10 besar, Indonesia masih memiliki harapan lewat pemain muda seperti Komang Ayu Cahya Dewi, yang naik dua peringkat ke posisi 42 dunia dengan 31.475 poin dari 13 turnamen. Sementara Mutiara Ayu Puspitasari juga menunjukkan perkembangan dengan naik dua peringkat ke urutan 72 dunia. Gregoria dan Putri KW akan kembali menjadi andalan Indonesia saat turun dalam Kejuaraan Dunia 2025 yang akan berlangsung di Paris, Prancis, pada 25–31 Agustus 2025. (Berbagai sumber/Aar) Editor: Andi Akbar