“Anak-anak SMA kelas dua ini kan tahun depan sudah lulus. Jadi kami berharap dengan kunjungan ini mereka bisa mengenal lebih jauh tentang jurusan-jurusan teknik, terutama planologi, dan mempersiapkan diri untuk masa depan,” tambahnya.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya jangka panjang untuk menyebarluaskan pemahaman tentang pentingnya penataan ruang sebagai solusi atas keterbatasan sumber daya, termasuk lahan, SDM, dan kebutuhan pembangunan yang terus berkembang.
Tidak hanya untuk Banjarmasin, ke depan Dinas PUPR Kalsel berencana memperluas cakupan kegiatan serupa ke 13 kabupaten/kota di Kalimantan Selatan. Setiap daerah diharapkan dapat mengirimkan perwakilan sekolah untuk mengikuti program ini agar edukasi mengenai tata ruang dapat merata dan inklusif di seluruh provinsi.
Para peserta dalam kegiatan ini mendapatkan materi seputar definisi ruang, pentingnya menata ruang, permasalahan ruang di masyarakat, hingga implementasi konsep ruang yang berkelanjutan. Selain itu, para siswa juga diberi wawasan tentang peran generasi muda dalam perencanaan dan pengelolaan ruang di masa depan.
Sebagai bentuk apresiasi, peserta terbaik akan mendapatkan hadiah berupa kunjungan ke Fakultas Teknik Universitas Brawijaya, termasuk tur ke jurusan-jurusan teknik lainnya. Tujuannya agar siswa dapat mengenal lebih dekat berbagai pilihan studi lanjutan dan membangun wawasan lebih luas.
“Kami ingin kegiatan ini tidak berhenti di Banjarmasin saja. Harapannya, tahun depan bisa diadakan di kota lain seperti Banjarbaru atau kabupaten lainnya. Bahkan kami berencana mengunjungi kampus-kampus lain seperti ITS, UBIM, atau UGM sebagai bagian dari pengembangan kegiatan ini,” tutup Yasin. (MC Kalsel)
Editor Restu







