WARTABANJAR.COM, JAKARTA – Setelah menelan kekalahan 0-3 dari Vietnam dalam laga pembuka SEA V League 2025, timnas bola voli putri Indonesia dipaksa mengevaluasi performa, khususnya dari sektor lini belakang yang dianggap masih belum optimal. Bermain di Nakhon Ratchasima, Thailand, Jumat (1/8), tim Merah Putih terlihat kesulitan menghadapi tekanan Vietnam terutama dari servis keras dan serangan cepat. Banyaknya kesalahan receive dan kurangnya koordinasi di sektor pertahanan belakang menjadi titik lemah yang dieksploitasi lawan. Kurang Fokus di Set Awal Di dua set pertama, Indonesia hanya mampu mencetak 11 poin di masing-masing set. Serangan Vietnam yang tajam dari posisi 4 dan servis yang akurat membuat receive Indonesia porak-poranda. Komunikasi antarpemain belakang tampak belum padu, dengan beberapa bola servis lawan bahkan gagal disentuh. “Kami kehilangan banyak momentum karena kesalahan sendiri, terutama saat bertahan dari servis. Itu jadi pekerjaan rumah utama,” ujar salah satu staf pelatih kepada media. Rotasi Belakang Masih Perlu Penyesuaian Pelatih Octavian memang mencoba beberapa kombinasi pemain, namun rotasi belum memberi hasil maksimal. Putri Agustin, Sheva Imut, dan Mediol Yoku yang sempat digeser ke posisi bertahan belum cukup memberikan kestabilan. Set ketiga menunjukkan perbaikan dengan masuknya Megawati Hangestri, namun tekanan dari lawan tetap terlalu kuat, terutama saat fase penutup gim. Laga Lawan Thailand Jadi Ujian Sebenarnya Di laga selanjutnya, Indonesia akan menghadapi tuan rumah Thailand, yang dikenal memiliki permainan cepat dan servis menyulitkan. Jika lini belakang tidak dibenahi, potensi kerusakan di dua set awal seperti saat lawan Vietnam bisa terulang. Thailand juga memiliki setter andal dan outside hitter eksplosif yang kerap menyasar titik-titik lemah di area belakang lawan. Hal ini membuat sektor pertahanan harus lebih disiplin, membaca arah bola lebih cepat, dan memperkuat komunikasi lapangan. Harapan Masih Terbuka Meski kalah di laga pembuka, peluang Indonesia belum sepenuhnya tertutup. Dengan dua laga tersisa melawan Thailand dan Filipina, Megawati dkk bisa membalikkan situasi—asal evaluasi benar-benar dijalankan. “Semua masih bisa terjadi. Asal perbaiki fokus dan komunikasi, terutama saat receive dan transisi bertahan. Lawan Thailand nanti jadi tolok ukur kesiapan mental dan teknis,” ucap analis voli nasional yang memantau langsung turnamen. (berbagai sumber/aar) Editor: Andi Akbar