Nomor Kontak dan Instagram BPBD Kalsel yang Bisa Dihubungi Jika Terjadi Karhutla

WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN- Kalimantan Selatan kembali memasuki musim kemarau, dimana biasanya kebakaran hutan dan lahan atau Karhutla berpotensi marak terjadi.

Masyarakat diimbau selalu waspada beraktifitas baik di rumah maupun di luar rumah, terutama yang berhubungan dengan api dan pembukaan lahan atau ladang.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalsel merilis nomor kontak atau telepon yang bisa dihubungi warga jika mengetahui, melihat bahan mengalami Karhutla.

Mengutip Instagram BPBD Kalsel, berikut ini kontaknya:

HP: 0857-7603-2729

Instagram: @bpbd.kalsel dan @pusdalops_kalsel

143 Titik Api di Kalsel

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat lonjakan signifikan titik panas di sejumlah wilayah Indonesia hingga 27 Juli 2025 pukul 00.16 WIB. berdasarkan citra satelit Terra, Aqua, Suomi NPP, dan NOAA20, Kalimantan menjadi wilayah terbanyak dengan total 143 titik panas.

Dari total tersebut, 10 titik panas berada pada kategori tinggi, mengindikasikan potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang serius, 47 titik masuk kategori sedang dan 86 titik masuk kategori rendah

BACA JUGA: Dua Maling di Banjarmasin Gondol Sepeda Motor Parkir di Tepi Jalan Tengah Malam

Tingkat kepercayaan hotspot tinggi biasanya berkisar antara 80–100, dan semakin tinggi angkanya, semakin besar potensi terjadinya kebakaran nyata di lapangan.

Apa Artinya Bagi Kalimantan?

Kalimantan yang menjadi “epicenter” deteksi BMKG menunjukkan kondisi atmosfer yang sangat rawan terhadap karhutla. Ribuan hektare lahan bisa terdampak jika tak ada langkah pencegahan cepat dan terpadu. Data ini belum memperhitungkan wilayah seperti Kalimantan Barat yang pada saat bersamaan juga melaporkan ratusan titik panas tambahan dari KLHK. (Yayu/berbagai sumber)

Baca Juga :   Diduga Kelaparan, Beberapa Ekor Monyet Berkeliaran di Pasar Subuh Sungai Tabuk

Baca Lebih Lengkapnya Instal dari Playstore WartaBanjar.com

BERITA LAINNYA

TERBARU HARI INI

paling banyak dibaca