WARTABANJAR.COM, JAKARTA – Nama Claressa Shields kembali menjadi sorotan dunia setelah sukses mempertahankan gelar juara dunia kelas berat versi WBA dengan kemenangan mutlak atas Lani Daniels. Namun dominasi Shields di ring bukanlah hal baru petinju asal Amerika Serikat ini telah membangun karier luar biasa yang membuatnya dijuluki sebagai “GWOAT” (Greatest Woman of All Time) di dunia tinju. Berikut sejumlah fakta menarik tentang perjalanan karier Claressa Shields yang membawanya menjadi ikon olahraga wanita dan ratu tak terbantahkan di ring tinju: 1. Dua Kali Peraih Medali Emas Olimpiade Shields meraih emas Olimpiade pertama pada usia 17 tahun di London 2012, dan menjadi petinju putri pertama AS yang meraih emas di cabang tinju. Empat tahun kemudian, ia mengulang prestasi yang sama di Rio 2016, menjadikannya satu-satunya petinju putri dalam sejarah Amerika Serikat yang memenangkan dua medali emas Olimpiade. 2. Juara Dunia Tak Terbantahkan di Tiga Kelas Berat Dengan kemenangan atas Lani Daniels, Shields kini menjadi satu-satunya petinju dalam sejarah pria atau wanita yang berhasil menjadi juara tak terbantahkan di tiga kelas berbeda: Kelas menengah (middleweight) Kelas menengah super (super middleweight) Kelas berat (light heavyweight / 90,7 kg) Status tak terbantahkan ini berarti ia memegang sabuk dari semua badan tinju besar (WBA, WBC, IBF, WBO) dalam kategori tersebut. 3. Dikenal sebagai Petinju Paling Teknis dan Cerdas Shields dikenal dengan gaya bertarungnya yang menggabungkan kecepatan, akurasi, kontrol tempo, dan daya tahan tinggi. Ia jarang kalah ronde dalam pertarungan dan hampir selalu menang mutlak lewat angka. 4. Juara Dunia di Lima Divisi Berat Selain tiga kelas tempat ia jadi juara tak terbantahkan, Shields juga memegang sabuk di dua kelas lainnya, menjadikannya juara dunia lima divisi—pencapaian langka bahkan dalam dunia tinju pria. 5. Ikon Olahraga Wanita dan Aktivis Kesetaraan Shields tak hanya mendominasi di ring, tetapi juga aktif memperjuangkan kesetaraan gender dalam olahraga. Ia secara terbuka menyuarakan agar petinju wanita mendapat kesempatan bertarung 12 ronde seperti pria, serta bayaran yang lebih setara. 6. Tak Pernah Kalah di Karier Profesional Hingga kini, Shields memegang rekor profesional sempurna (tak terkalahkan), dengan sebagian besar kemenangannya diraih secara dominan melalui keputusan mutlak. Dengan usia baru menginjak 30 tahun, warisan Claressa Shields di dunia tinju sudah tergolong monumental. Ia bukan hanya ikon olahraga, tapi juga inspirasi bagi generasi baru petinju wanita di seluruh dunia. “Saya siap untuk siapa pun. Saya ingin pertarungan terbesar dan terbaik di luar sana,” ujar Shields usai kemenangan terbarunya. Apakah selanjutnya adalah pertandingan ulang dengan Franchon Crews-Dezurn atau lawan baru, satu hal pasti: Claressa Shields adalah wajah masa depan dan sejarah tinju wanita. (berbagai sumber/aar) Editor: Andi Akbar