“Kalau jalan jadi curam, truk kontainer tidak bisa lagi keluar masuk seperti biasa. Kalau dipaksa bongkar di jalan utama, nanti dampaknya bisa bertambah tidak bagus, termasuk kemacetan,” jelas Budiono.
Menanggapi keluhan tersebut, pihak proyek sepakat untuk menghentikan sementara pengerjaan di bagian yang menimbulkan keluhan warga. Namun, proyek akan tetap berjalan di bagian lain yang tidak bermasalah.
“Kami ingin proyek ini tetap jalan, tapi dengan catatan keluhan warga ditindaklanjuti. Komunikasi dengan warga harus diperbaiki agar semua pihak bisa beraktivitas dengan nyaman,” pungkasnya.(Wartabanjar.com/Ikhsan)
editor: nur muhammad







