WARTABANJAR.COM, BANJARBARU – Proyek pembangunan Jembatan Sei Ulin di Jalan A. Yani Kilometer 31 kembali disorot warga sekitar. Dalam pertemuan resmi bersama Pemerintah Kota Banjarbaru, Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN), kontraktor pengawas, serta masyarakat terdampak, terungkap sejumlah catatan penting mengenai dampak teknis proyek terhadap kehidupan harian warga.
Salah satu perwakilan warga, Ahmad Budiono, menyatakan bahwa masyarakat pada dasarnya sangat mendukung pembangunan jembatan tersebut. Namun, mereka menuntut agar prosesnya dijalankan secara lebih komunikatif dan mengutamakan kepentingan warga sekitar.
BACA JUGA:Kabupaten Banjar Rawan Karhutla, Kapolres : Sengaja Bakar Hutan, Sanksi Pidana Berat
“Prinsipnya kami mendukung 100 persen agar jembatan ini bisa selesai tepat waktu. Tapi kami ingin pembangunan ini memberikan manfaat, bukan malah merugikan warga,” ujar Budiono saat diwawancarai pada Rabu (30/7/2025) siang.
Salah satu keluhan utama warga adalah peninggian jalan yang dinilai terlalu ekstrem. Kondisi ini dikhawatirkan akan menghambat aktivitas ekonomi, terutama bagi pemilik toko yang biasa melakukan bongkar muat barang menggunakan truk kontainer.







