Melawan Sunyi dan Terjal: Kepala SDN Sumbai Tempuh 1,5 Jam Tiap Hari Demi Pendidikan di Pelosok HST

Perjuangan Saidi tidaklah mudah. Setiap hari, ia menempuh perjalanan sekitar 1,5 jam menggunakan sepeda motor melintasi jalan pegunungan untuk sampai ke sekolah. Meski kini sebagian jalan telah dipaving dalam dua bulan terakhir, tantangan tetap ada, terutama saat cuaca buruk.

Fasilitas SDN Sumbai sangat terbatas. Sekolah ini belum memiliki listrik dan jaringan internet. Kegiatan belajar mengajar berlangsung secara sederhana. Untuk mengusir panas, guru dan siswa menggunakan kipas manual karena kipas angin tidak dapat digunakan tanpa aliran listrik.

Tak hanya guru yang harus berjuang, para siswa juga melewati medan berat. Banyak dari mereka berjalan kaki selama satu hingga dua jam dari dalam hutan dan harus menyeberangi Sungai Alai. Beberapa anak bahkan didampingi oleh orang tua atau kakek-nenek mereka.

Meski serba kekurangan, semangat tak pernah padam. Saidi mengajar dengan sepenuh hati, tanpa membedakan suku dan agama peserta didik. Di tengah segala keterbatasan, ia menjelma menjadi simbol harapan dan bukti nyata bahwa pendidikan bisa hadir di mana pun, bahkan di wilayah 3T (Terdepan, Terpencil, Tertinggal) sekalipun.(Wartabanjar.com/Adew)

editor: nur muhammad