“Komputer dan segala macam berkas akademik dan kemahasiswaan habis terbakar,” jelas Iwan.
Meski begitu, ia memastikan bahwa sebagian besar data akademik telah dibackup, dan server utama PTIK tidak ikut terbakar, sehingga data digital masih aman.
“Untungnya server PTIK kita tidak terbakar, jadi untuk data sebagian besar masih aman,” imbuhnya lega.
Menanggapi situasi darurat ini, Iwan menyampaikan bahwa pihak kampus akan segera menggelar rapat pimpinan untuk membahas lokasi baru operasional akademik dan kemahasiswaan.
“Malam ini kami akan berkoordinasi melakukan rapat pimpinan, untuk membahas pemindahan tempat operasional ke salah satu bangunan ULM yang memungkinkan untuk digunakan,” tutupnya.
Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang.(Wartabanjar.comIqnatius)
editor: nur muhammad







