WARTABANJAR.COM, JAKARTA – Formula 1 membuktikan keseriusannya menuju target nol karbon pada tahun 2030 lewat serangkaian langkah konkret yang mulai terasa dampaknya. Salah satu langkah terbesarnya adalah pengurangan emisi dari berbagai sektor operasional, termasuk pabrik, logistik, dan perjalanan tim selama musim balapan. Berdasarkan laporan resmi yang dirilis Formula 1, hingga musim 2024, ajang balap jet darat ini telah mengurangi total emisi karbon hingga 26 persen dibandingkan tahun 2018, dengan angka-angka signifikan di berbagai sektor. Pabrik dan Fasilitas Produksi: Turun 34 Ribu Ton CO₂ Pengurangan terbesar datang dari sektor pabrik dan fasilitas pembuatan kendaraan. F1 mencatat bahwa emisi dari area ini berhasil dikurangi sebanyak 34.000 tCO₂e. Hal ini dicapai lewat efisiensi energi, pemanfaatan energi terbarukan, serta perombakan sistem produksi di sejumlah tim. “Kami berusaha mengintegrasikan keberlanjutan di seluruh rantai pasok dan fasilitas. Mulai dari pengurangan limbah, hingga transisi ke listrik hijau,” tulis laporan tersebut. Emisi Perjalanan: Efisiensi Mobilitas Kru dan Peralatan Emisi karbon yang berasal dari perjalanan (transportasi kru, logistik, dan barang) juga mengalami penurunan signifikan. Dibandingkan musim 2018, Formula 1 mencatat pengurangan hingga 20.000 tCO₂e. Langkah-langkah yang dilakukan termasuk: Penggunaan moda transportasi yang lebih efisien. Pengurangan perjalanan udara untuk logistik non-prioritas. Penjadwalan ulang logistik agar lebih berkelanjutan. Logistik: Efisiensi 9 Persen Dibanding 2018 Dari sektor logistik saja, F1 berhasil menekan emisi karbon sebesar 6.438 tCO₂e, atau setara dengan pengurangan 9 persen dari total emisi logistik tahun 2018. Hal ini dicapai melalui optimalisasi rute pengiriman dan penggunaan kontainer ramah lingkungan. “Kami merancang logistik musim balap lebih efisien, agar pergerakan antar benua tidak hanya cepat tapi juga hemat karbon,” ujar perwakilan tim logistik F1 dalam laporan tersebut. Komitmen Berkelanjutan ke Depan Dengan catatan ini, Formula 1 menjadi salah satu liga olahraga global dengan kemajuan paling nyata dalam inisiatif pengurangan karbon. Pihak F1 menyatakan akan terus meningkatkan efisiensi di berbagai sektor untuk mencapai emisi nol bersih (net zero) pada 2030. (berbagai sumber/aar) Editor: Andi Akbar