“Kemarin tetangga bakar sampah 12 jam nonstop. Asapnya masuk ke kamar, satu rumah kena ISPA. Asma anakku langsung kumat,” keluh warga lainnya.
“Kalau sampah di TPS nggak diangkut-angkut, ya warganya bakar. Tapi terus warga juga yang disalahkan. Gimana sih ini?” tulis pengguna Instagram lain dengan nada kesal.
Fenomena bakar sampah sembarangan kerap terjadi di Banjarmasin. Masyarakat merasa frustrasi karena tumpukan sampah di Tempat Penampungan Sementara (TPS) tidak diangkut dalam waktu lama, sehingga solusi instannya adalah membakarnya.
Namun solusi tersebut justru menimbulkan masalah baru: asap beracun, risiko kebakaran, serta dampak kesehatan serius bagi warga sekitar—terutama anak-anak dan lansia.
Pihak berwenang diharapkan segera turun tangan, tak hanya memadamkan api, tapi juga mengatasi akar persoalan pengelolaan sampah agar kejadian serupa tak terus berulang.(Wartabanjar.com/info_kejadian_banjarmasin/berbagai sumber)
editor: nur muhammad







