“Ini adalah model kerja sama yang progresif dan berkeadilan. Pemerintah tetap mendapatkan keuntungan berkelanjutan, dan di akhir masa kerja sama, seluruh sarana dan prasarana yang dibangun akan menjadi aset milik Tahura Sultan Adam,” jelasnya.
Selain pola bagi hasil, PT Shafwah Global Utama juga berkomitmen memberikan dukungan promosi wisata untuk kawasan Tahura Sultan Adam melalui jejaring dan kanal promosi yang mereka miliki, termasuk di tingkat nasional dan internasional.
Langkah ini dinilai strategis untuk meningkatkan visibilitas Tahura Sultan Adam sebagai destinasi unggulan yang berbasis konservasi dan berwawasan lingkungan, sekaligus memperkuat daya tarik Kalimantan Selatan di sektor pariwisata berbasis alam.
“Kami ingin agar Tahura tidak hanya menjadi paru-paru Kalimantan Selatan, tetapi juga menjadi ruang edukasi, rekreasi, dan ekonomi hijau yang memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat,” tutup Fathimatuzzahra.(adpim)
Editor Restu







