WARTABANJAR.COM, JAKARTA – Sektor tunggal putri Indonesia akan mengandalkan dua nama utama, Gregoria Mariska Tunjung dan Putri Kusuma Wardani, di ajang BWF World Tour Super 1000 China Open 2025 yang digelar di Olympic Sports Center Gymnasium, Changzhou, pada 22–27 Juli mendatang.
Keikutsertaan keduanya menjadi harapan besar bagi skuad Merah Putih untuk bersaing di level tertinggi. Baik Gregoria maupun Putri KW datang dengan modal penampilan yang menjanjikan di turnamen sebelumnya, Japan Open 2025.
Gregoria, sebagai tunggal putri terbaik Indonesia saat ini, diharapkan tampil konsisten dan menembus fase akhir. Ia dikenal mampu menyulitkan para pemain papan atas dunia. Sementara itu, Putri KW menargetkan minimal lolos ke babak perempat final, menyamai pencapaiannya di Indonesia Open awal tahun ini.
“Target saya minimal delapan besar seperti di Indonesia Open. Tapi kalau bisa lebih dari itu tentu lebih baik,” ujar Putri dalam pernyataan resminya.
Putri KW dijadwalkan menghadapi pemain Korea Selatan, Sim Yu Jin, di babak pertama. Meski secara rekor tertinggal 1-2, Putri mengantongi kemenangan di pertemuan terakhir mereka di Korea Masters 2024, yang berlangsung ketat: 21-16, 12-21, 24-22.
Gregoria sendiri juga harus bersiap menghadapi lawan-lawan tangguh dari Tiongkok, Jepang, dan Korea yang mendominasi unggulan turnamen. Namun dengan pengalaman dan kepercayaan diri, harapan tetap terbuka.
Keikutsertaan dua tunggal putri Indonesia di China Open 2025 menjadi sorotan penting, mengingat turnamen ini masuk dalam level Super 1000, kasta tertinggi dalam kalender BWF World Tour. Hasil di sini juga akan berdampak besar terhadap peringkat dunia dan jalur menuju Olimpiade. (berbagai sumber/aar)

