Video dan kesaksian warga viral di media sosial, memicu kemarahan publik dan kecaman keras terhadap tindakan represif aparat. Komentar-komentar panas pun membanjiri:
“Sudah saatnya rakyat bersatu melawan penjajah!”
“Giliran rakyat jelata galaknya minta ampun, coba kalau pejabat!”
“INGAT, seragam dan kekuasaan tak berlaku di kubur!”
Beberapa bahkan menandai akun resmi pejabat dan instansi:
@divisihumaspolri @listyosigitprabowo @hotman911official @natalius_pigai
“Gunanya polisi di negeri ini apa? Kalau gini rakyat yang jadi korban!”
Desakan Transparansi & Proses Hukum
Insiden ini menimbulkan kekhawatiran soal pelanggaran hak sipil di hadapan aparat bersenjata. Masyarakat menuntut transparansi, keadilan hukum, dan perlindungan terhadap warga sipil yang seharusnya dilayani dan dilindungi.
“Kami hanya ingin kejelasan dan keadilan. Jangan sampai ini ditutupi,” tegas warga.
Jika terbukti, kasus ini berpotensi menjadi catatan kelam baru dalam relasi warga dan aparat bersenjata di Indonesia. Banyak pihak kini menantikan respons dari Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan pihak berwenang lainnya.(Wartabanjar.com/feedgramindo/kaltimedia/berbagai sumber)
editor: nur muhammad







